Powered by Blogger.

Search

cara mengobati penyakit cacar air dengan obat tradisional

Dalam artikel ini saya akan menyampaikan Obat Cacar Air dan resep tradiosional yang alami untuk penyakit cacar air.
Pernahkah anda merasa sedikit demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan lemah? 
Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Ya, itu adalah gejala-gejala khas untuk infeksi virus. Jika anda pernah merasakan gejala di atas, kemungkinan anda terjangkit penyakit Varicella atau Cacar Air.
Cacar air atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai varicella simplex adalah sejenis penyakit yang menyerang kulit. Cacar Air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Penyakit cacar air akan menyerang setiap orang yang belum pernah kena. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena Cacar Air.

cacar air atau Chicken Pox termasuk penyakit yang cepat menular. Penyakit yang dikalangan medis disebut HERPES ini sebetulnya adalah penyakit radang kulit yang biasanya ditandai dengan bintik-bintik gelembung di kulit yaang berisi air. Penyakit ini dibedakan menjadi dua macam golongan, yaitu Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.
"Seseorang mudah terserang virus jika daya tahan tubuhnya lemah" papar dr Irawan Mangun Atmaja SpA (K) dari Bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Menurut ahli kesehatan, Varicella adalah infeksi primer akut yang disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV), yang menyerang kulit dan mukosa.
”Lenting kemerahan (vesikel) pada Cacar Air bentuknya khas seperti tetesan embun dan bening isinya. Varicella biasanya menyerang daerah punggung dan dada terlebih dahulu, kemudian dari sentral tubuh ke perifer (pinggir),”
oleh virus Varicella zoster yang menyerang tubuh kemudian menginfeksi bagian tubuh dan ditunjukkan dengan gejala timbulnya bengkak - bengkak pada tubuh yang di dalamnnya terdapat air. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis.
Bintil - bintil / Ruam kulit ini tersebut akan terasa gatal terutama jika tubuh berkeringat, mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga tak sengaja tergaruk. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga kemudian tidak meninggalkan bekas lagi.”Namun, sebaliknya jika lenting Cacar Air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas Cacar Air tadi akan meninggalkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas Cacar Air akan lebih sulit menghilang.
Yang perlu diperhatikan adalah, virus ini menyerang ketika ketahanan tubuh melemah atau kondisi badan sedang tidak fit.
Cara penyebaran virus Varicella ini melalui udara atau Aerogen. Karena melalui udara, virus dapat dengan cepat berpindah dan kontak dengan orang lain. Selain itu, kontak fisik dengan penderita cacar air ini juga semakin meningkatkan resiko tertular. Secara umum penyakit ini ditularkan dengan kontak langsung dengan si penderita. Seperti proses penularan melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Air yang berada di dalam gelembung cacar air jika pecah dan mengenai kulit akan lebih cepat tertular. Perlu juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari penderita cacar air.
Penyakit cacar air merupakan penyakit yang menular karena disebabkan oleh virus tetapi jika sudah pernah terserang maka tubuh sudah menjadi kebal terhadap seragan infeksi virus ini.
Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak langsung pada si penderita.

Gejala Cacar Air atau Varicella


  • Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
  • Sebenarnya gejala awal timbulnya penyakit cacar air ini hampir sama dengan penyakit Flu. Penderita seringkali mengira dirinya hanya terserang penyakit flu biasa. 
  • Gejala cacar air akan lebih nampak saat munculnya bentol kemerahan di permukaan kulit dalam jumlah yang banyak.

Gejala awal cacar air antara lain:

  • Kondisi badan terasa menurun atau tidak fit, lemah dan mudah capek.
  • Mulai merasakan demam disertai flu ringan.
  • Mulai merasakan nyeri di pergelangan sendi dan ngilu, tapi tidak semua penderita mengalaminya, ada yang hanya demam beberapa hari.
  • Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.
  • 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam. 
  • Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Muncul bentol kemerahan seperti gelembung yang berisi air di permukaan kulit. Umumnya, muncul pertama kali di daerah dada.
  • Setelah muncul bentol atau gelembung yang berisi air di seluruh tubuh, masa inkubasi dari cacar air ini adalah sekitar 2 - 3 minggu tergantung dari daya tahan tubuh penderita cacar air. Semakin kuat daya tahan tubuhnya, maka cacar air yang keluar di permukaan kulit hanya sedikit dan cepat mengering.
  • Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
  • Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
  • Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.
  • Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.
  • Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
  • Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.

Komplikasi Cacar Air atau Varicella

Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:

  • Pneumonia karena virus
  • Peradangan jantung
  • Peradangan sendi
  • Peradangan hati
  • Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
  • Ensefalitis (infeksi otak).


Diagnosa Cacar Air atau Varicella


Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).

Untuk pencegahan Cacar Air atau Varicella

jika sudah ada orang yang terkena dapat menaikkan daya tahan tubuh, makan yang tinggi protein, minum vitamin-vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau dengan vaksin.
Vaksinnya bernama varilrix, bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. untuk dosisnya biasanya 2 kali penyuntikan, vaksin dianjurkan di atas umur 12 bulan sekali, diulang 3-4 tahun untuk anak. Untuk dewasa dapat dilakukan kapan pun terserah pada umur berapa, biasanya 1 kali dosis kemudian diulang sekali lagi sebulan kemudian, dapat disuntikkan lewat bahu atau paha.

Catatan Khusus Penyakit Cacar Air atau Varicella

Cacar Air pada wanita hamil 3 bulan pertama dapat menimbulkan kelainan bawaan (konginetal), sedangkan pada wanita yang terkena cacar air beberapa hari menjelang kelahiran dapat menyebabkan varicella pada bayinya. Kejadian infeksi cacar air saat hamil sekitar 0,05-0,07 %. Jumlahnya kecil karena sebagian besar perempuan subur sudah memiliki kekebalan terhadap cacar air. Cacar air yang terjadi saat 3 bulan pertama kehamilan terutama minggu ke 8-12, memiliki risiko sindrom varisela kongenital sebesar 2,2 persen, yaitu sindrom cacat lahir pada bayi.
Seseorang saat pertama kali terkena virus ini akan menampilkan gejala - gejala cacar air dan setelah itu, virus ini akan berdiam di dalam tubuh sehingga kita memiliki ketahanan terhadap virus tersebut. Jika virus ini aktif kembali maka virus ini muncul dengan gejala yang sedikit berbeda dari cacar air dan disebut herpes zoster dimana secara umum gejala yang terjadi adalah rasa nyeri hebat atau rasa panas terbakar saat tubuh Anda bersentuhan dengan sesuatu meskipun sentuhan ringan seperti baju dan juga disertai dengan timbulnya gelembung - gelembung berisi cairan yang mirip dengan cacar air.

Pantangan bagi Penderita Cacar Air atau Varicella 

Adapaun beberapa pantangan cacar air yang perlu diperhatikan oleh para orang tua ketika ada salah seorang anggota keluarga atau anaknya yang terkena penyakit ini adalah :

  1. Tidak keluar rumah. Terutama bila cuaca sedang tidak bagus misalnya terlalu panas atau dingin. Karena hal ini bisa menimbulkan alergi pada cacar sehingga penyakir cacar air ini bisa membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyembuhannya. Bila terpaksa gunakan pelindung tubuh atau jaket. Perhatikan pula bila ada angin yang berhembus. Karena angin yang bertiup mampu membawa virus penyebab penyakit cacar ke tempat lain, sehingga bisa menular pada orang yang sebelumnya sehat sehat saja.
  2. Jangan mengkonsumsi makanan yang terlalu dingin. Hawa dingin yang ditimbulkan punya pengaruh pada daya tahan tubuh yang menjadi lemah. Sehingga virus cacar air akan mudah berkembang. Akibatnya adalah, virus cacar semakin mudah melakukan serangan. Bintik bintik di tubuh juga bisa semakin banyak dan tidak mudah mengering. 
  3. Pilih makanan tertentu. Untuk sementara konsumsi makanan yang tidak banyak mengandung minyak serta tidak amis. Makanan yang mengandung minyak adalah gorengan, kacang tanah dan lain lain. Sedang makanan yang amis misalnya telur ayam, ikan, daging ayam dan sebagainya. Lakukan pantangan cacar air ini dengan penuh kedisiplinan agar penyakit yang diderita lebih cepat sembuh. Lebih baik perbanyak makan sayur dan buah buahan yang segar.
  4. Jangan berdekatan dengan penderita cacar air. Bila ada orang di sekitar kita yang sudah terkena disarankan untuk tinggal di dalam rumah atau kamar saja. Karena meski tergolong ringan, namun cacar air mudah menular. Hal ini tentu membutuhkan kesadaran dari penderita sendiri serta orang yang dekat dengannya.
  5. Tidak memakai baju yang sama. Pantangan cacar air yang ini juga harus di laksanakan secara sungguh sungguh. Tidak hanya pakaian saja, namun juga handuk, sapu tangan, bahkan semua benda yang dipakai oleh penderita, sebaiknya jangan kita gunakan. Bila dipandang perlu, pakaian yang belum dicuci juga dipisahkan dari pakaian yang lain. Terutama sekali bila bintul bintul yang muncul sudah membesar serta pecah dan mengeluarkan cairan. Karena ketika cairan tersebut juga menempel pada pakaian, maka kemungkinan untuk tertular juga makin besar.

Perawatan dan Pengobatan Cacar Air atau Varicella

sebenarnya yang namanya infeksi virus itu dapat sembuh dengan sendirinya tergantung daya tahun tubuh, tetapi seringkali disertai infeksi sekunder. Misalnya saja jika ada batuknya, maka dibutuhkan antibiotik, ada panas diberikan paracetamol, gatalnya diberikan obat anti gatal, kalau anti virusnya sendiri dibutuhkan asiklofir, jadi bukan untuk mematikan tetapi lebih untuk menghambat perkembangbiakannya.
Setelah masa penyembuhan Varicella, dapat dilanjutkan dengan perawatan bekas luka yang ditimbulkan dengan banyak mengkonsumsi air mineral dan juga mengkonsumsi vitamin C.
Perawatan pasca penyembuhan intinya tidak boleh digaruk, jika digaruk tangan kita kotor pasti akan menyebabkan infeksi, jika infeksi sembuhnya akan susah. Jika pasien kuat untuk tidak digaruk sama sekali akan sembuh dengan sendirinya tanpa ada bekas.
Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dan pengobatan dalam penyakit cacar air ini, yaitu:

  1. Segera periksakan penderita cacar air ke Dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Umumnya Dokter akan memberi beberapa obat seperti obat penurun panas untuk mengatasi demam, vitamin untuk menambah daya tahan tubuh, dan antivirus cacar air baik obat maupun salep seperti salah satunya adalah Asiklovir.
  2. Mandi secara teratur, pagi dan sore. Gunakan sabun yang mengandung antiseptik yang banyak dijual atau dengan resep dokter yang bisa dibeli diapotik.
  3. Hindari bintil - bintil menjadi pecah, jika pecah segera bersihkan.
  4. Hindari pemakaian bedak tabur saat gelembung pecah. Hal ini disebabkan pemberian bedak akan menambah perluasan penyebaran cairan dari cacar air yang berisi virus ke kulit yang sehat. Pakailah salep yang telah diresepkan dokter seperti Asiklovir atau salep Betadine, agar luka cepat mengering.
  5. Hindari menggaruk bekas luka cacar air yang telah mengering agar tidak membekas
  6. Untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah penggarukan, sebaiknya kulit dikompres dingin. Bisa juga dioleskan losyen kalamin, antihistamin atau losyen lainnya yang mengandung mentol atau fenol

Untuk mengurangi resiko terjadinya infeksi bakteri, sebaiknya:

  1. kulit dicuci sesering mungkin dengan air dan sabun
  2. menjaga kebersihan tangan
  3. kuku dipotong pendek
  4. pakaian tetap kering dan bersih.

Resep antihistamin dapat digunakan untuk mengendalikan gatal parah. Diphenhydramine (Benadryl) adalahsalah satu jenis obat antihistamin untuk pengobatan cacar air.
Antihistamin menyebabkan kantuk dan dapat membantu di malam hari untuk membantu tidur pasien. Sedangkan antihistamin baru seperti loratadine (Claritin), certrizine (Zyrtec), dan fexofenadine (Allegra) dapat digunakan untuk mengendalikan gatal-gatal tapi tidak menyebabkan kantuk.
Menggaruk meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder. Semua pasien dengan cacar air harus memiliki kuku yang pendek. Selain itu, anak kecil mungkin harus memakai sarung tangan untuk mengurangi garukan. Menahan garuka pada penyembuhan cacar air sangat efektif selain mencegahnya berkembang semakin parah.

Penyembuhan cacar air dengan Acyclovir (Zovirax)

Acyclovir (Zovirax) adalah obat anti-virus yang dapat digunakan untuk mengobati cacar air. Dalam kasus yang tidak rumit asiklovir diambil 5 kali sehari telah terbukti dapat menyebabkan menstruasi lebih pendek pembentukan lesi baru, lesi lebih sedikit, dan lebih cepat penyembuhan tetapi hanya jika dimulai dalam waktu 24 hingga 48 jam dari onset ruam. Acyclovir belum terbukti untuk menurunkan tingkat komplikasi pada anak-anak yang sehat yang mendapat cacar air. Asiklovir oral ini lebih kuat dianjurkan untuk anak dengan penyakit kulit yang mendasarinya seperti eksim, bayi yang baru lahir, dewasa, dan perokok karena grup ini berisiko lebih besar untuk komplikasi. Asiklovir IV digunakan untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh berkompromi.
Saat ini acyclovir (Zovirax) adalah pengobatan yang sering digunakan untuk penyembuhan cacar air. Namun, obat antivirus valacyclovir (Valtrex) digunakan untuk mengobati infeksi virus herpes simpleks, telah terbukti efektif untuk pengobatan/ penyembuhan cacar air dan sering diresepkan.

Mengobati cacar air pada anak dengan bahan dan perlengkapan modern :


  1. Paracetamol, obat turun panas ini sangat penting kehadirannya, karena saat terkena cacar air tubuh menjadi mudah sekali demam, dan saat demam virus akan lebih cepat menyerang tubuh, dengan Paracetamol akan sangat membantu mencegah demam yang berkepanjangan.
  2. Salep Acyclovir, salep ini biasa dioles pada bentol cacar baru dapat mencegah menyebarnya cacar ke area yang lebih luas lagi, oleskan setiap 3 jam sekali.
  3. Bedak Caladine, bedak yang biasa dipakaikan pada anak kecil atau saat kita gatal-gatal, sangat sederhana memang tetapi sangat efektif dalam mencegah penyebaran cacar baru, serta mampu mencegah cacar yang kecil untuk bertambah besar, bahkan di kondisi tertentu cacar bisa langsung kering apabila terkena bedak jenis ini. Saran taburkan bedak ini keseluruh tubuh secara berkala terutama yang belum ditumbuhi cacar, niscaya cacar tidak akan mudah menyebar.
  4. Alcohol, saat cacar pecah (terkena garuk, gesekan baju dll) kemungkinan besar akan terjadi infeksi dan luka akan bernanah dan tambah parah, pemakaian alkohol untuk membersihkan luka cacar yang pecah akan mampu mencegah infeksi lanjutan, juga sangat efektif dalam membersihkan wajah supaya tidak bengkak akibat cacar.
  5. Kapas, digunakan dengan air atau alcohol untuk membersihkan luka serta cacar yang kotor.
  6. Obat tetes mata, wajah adalah area empuk untuk ditumbuhi cacar, sedang cacar disekitar area mata sangat berbahaya, karena cairannya bisa masuk kedalam mata dan membuat iritasi, gunakan obat tetes mata secara berkala pagi siang sore dan sebelum tidur, supaya mata anda bebas dari infeksi kuman cacar.
  7. Makanan nutrisi tinggi dan Vitamin C, saat tubuh diserang virus cacar air, daya tahan tubuh menjadi sangat lemah, dan untuk mengembalikan vitalitas tubuh kita perlu mengkonsumsi makanan2 bergizi tinggi, buah buahan yang banyak mengandung nutrisi seperti pear, jeruk, jambu biji, apel dan tak lupa tablet vit C seperti Xon-C atau C-1000.
  8. Minum Air Putih yang banyak, dimana kita semua sudah mengetahui Sejuta khasiat Air Putih tapi yang diminum Air Putih yang Layak Konsumsi.
Semoga dengan bahan modern diatas dapat mengobati atau meringankan cacar air pada anak.

Kombinasi beberapa tanaman berkhasiat dapat diramu menjadi obat cacar air tradisional, baik untuk anak-anak maupun dewasa. 

Berikut ini adalah ramuan obat alami untuk mengatasi cacar air:

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Pemakaian dalam :

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 1 :

Bahan: 30 gram temu lawak + 25 gram kencur + 15 gram asam jawa + 15 gram jahe,
Cara membuatnya: dicuci dan dipotong-potong, lalu direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2-3 kali sehari.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 2 :

Bahan: 2 buah mengkudu matang
Cara membuatnya: dicuci dan dijus, atau diparut dan diambil airnya, lalu diminum. Lakukan 2-3 kali sehari.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 3:

Bahan: 1 sendok teh habatussauda (jintan hitam), 1 buah labu siam, 3 lembar daun sirih, 5 gram pinang, 5 gram bangle, 1 siung bawang merah, 1 batang serai.
Cara membuatnya: Haluskan semua bahan, campur dengan air matang, lalu saring. Minum airnya tiga kali sehari dengan takaran tiga sendok makan setiap kali minum.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 4:

Bahan: Daun pegagan
Cara membuatnya: Siapkan daun pegagan secukupnya, cuci hingga bersih, lalu buatlah minuman jus dengan ditambah madu agar terasa lebih enak. Jus ini sangat membantu dalam proses peremajaan kulit, sehingga bekas cacar pun bisa segera menghilang. Daun pegagan digunakan untuk pengobatan cacar dari dalam, namun juga sangat bermanfaat untuk menghilangkan bekas cacar. Daun pegagan ini biasanya tumbuh liar dan cukup mudah didapatkan.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Pemakaian luar :

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 1 :

Bahan: Daun asam dan kunyit masing-masing secukupnya
Cara membuatnya: dicuci dan dihaluskan, lalu dipakai untuk mengoles kulit yang gatal karena cacar air.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 2 :

Bahan: Kunyit, Daging buah asam, Minyak kelapa.
Cara membuatnya: Tumbuk kunyit dan buah asam sampai halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya. Panaskan sebentar semua bahan yang telah dicampur, lalu dinginkan. Kalau sudah dingin, oleskan ramuan secara merata langsung pada bagian tubuh yang terkena cacar air.

Obat Tradisional Cacar Air atau Varicella Resep 3 :

Bahan: 5 lembar Daun jarak, air untuk mandi secukupnya
Cara membuatnya: Cuci daun jarak hingga bersih kemudian rebus dengan air dalam satu panci. Aduk - aduk hingga daun jarak menjadi lunak dan hancur. Air rebusan tersebut dicampur dengan air mandi hingga suhunya cukup hangat. Mandilah dengan menggunakan cara diatas sebanyak 2 kali sehari sampai penyakit cacar air menjadi kering.
Catatan :
untuk perebusan gunakan periuk tanah atau panci enamel atau panci kaca. Jika penyakit tersebut bertambah parah, lebih baik dibawa ke dokter untuk pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut.
Untuk menangani bekas hitam pada tubuh yang timbul karena cacar, anda bisa mencoba tips dan cara alami berikut:

  1. Campur kulit telur yang telah dicuci dan dibersihkan dari lapisan putihnya, kemudian oleskan pada kulit bekas luka cacar.
  2. Hancurkan beberapa potong cendana hingga halus, campur dengan sedikit air dan aduk sampai coklat kemudian oleskan pada bekas luka.
  3. Pelepah pohon aren yang kering di haluskan kemudian gosok pada kulit bekas luka.
  4. Buah bengkoang dihaluskan sampai halus dan diberi sedikit air dan ditempelkan di wajah seperti masker. Jangan menggunakan masker yang dijual di toko-toko. Gunakan buah bengkoang segar yang dibeli di pasar.
  5. Menggunakan kulit pisang. Kulit pisang dioleskan pada luka cacar. Usapkanlah kulit pisang secara teratur sampai cacar air menghilang. Metode ini harus digunakan ketika baru terkena cacar.
  6. Jagung muda juga bisa digunakan untuk menghilangkan bekas luka karena cacar air pada tubuh. Parutlah jagung muda, lalu gosokkan pada wajah atau tubuh pada bintik-bintik merah. Lakukan secara teratur.
  7. Ambil kacang hijau, rendam dalam air sampai kacang membesar, kemudian haluskan dan hasilnya dioleskan pada bekas luka cacar.

Pada dasarnya, Varicella bukan termasuk penyakit berbahaya. Virus ini menyerang ketika daya tahan tubuh seseorang sedang menurun. Dengan kata lain, walau tanpa diobati, bila daya tahan tubuhnya bagus dan sanggup melawan serangan virus, maka akan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, penderita sebaiknya tetap dibawa ke dokter. Pertimbangannya tentunya dengan diberi obat, Varicella tidak akan meluas sampai ke seluruh tubuh. Bisa dibayangkan bila varisella sampai mengenai daerah sekitar mulut, tentu akan mengganggu sekali. Padahal makin kompleks penyakit yang masuk ke tubuh, tentu penanganannya akan makin sulit dan akibatnya pun pasti lebih berat.
Semoga penyakit Cacar air anda sembuh dengan Resep obat alami tradisional untuk penyakit cacar air diatas. Selamat Mencoba

sumber : klik disini
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori kesehatan dengan judul cara mengobati penyakit cacar air dengan obat tradisional. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL https://boy-lozarang.blogspot.com/2013/02/cara-mengobati-penyakit-cacar-air.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: wahidin - Saturday, February 23, 2013

Belum ada komentar untuk "cara mengobati penyakit cacar air dengan obat tradisional"

Post a Comment

Blogger Wordpress Gadgets